Surabaya, 8 Agustus 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Surabaya menggelar kegiatan Kelas Kesehatan Mental bertema “Melawan Crab Mentality dalam Kelas Kesehatan Mental” pada Jumat (8/8) bertempat di ruang kelas Prodi BK. Kegiatan ini menghadirkan Awalya Siska Pratiwi sebagai narasumber yang memberikan pemahaman mendalam mengenai perilaku crab mentality serta dampaknya terhadap interaksi sosial, kesehatan mental, dan dinamika kelompok di lingkungan akademik.
Dalam pemaparannya, Awalya Siska Pratiwi menjelaskan bahwa crab mentality yakni kecenderungan seseorang untuk menjatuhkan, menghambat, atau merasa tidak nyaman melihat orang lain berkembang merupakan pola perilaku yang sering tidak disadari namun dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis individu maupun lingkungan belajar. Ia menekankan bahwa perilaku tersebut dapat memicu persaingan tidak sehat, rendahnya rasa percaya diri, serta hambatan dalam pertumbuhan personal.
Narasumber juga mengajak peserta untuk mengenali tanda-tanda crab mentality dalam diri maupun orang lain, seperti komentar merendahkan, keengganan memberi dukungan, hingga perasaan iri yang berdampak pada tindakan negatif. Melalui diskusi interaktif, peserta diajak berdialog tentang pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan perilaku tersebut, serta bagaimana cara mengatasinya dengan pendekatan psikologis yang sehat.
Lebih lanjut, Awalya menekankan pentingnya membangun budaya suportif di lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa perlu mengembangkan empati, keterbukaan, dan kemampuan menghargai pencapaian orang lain sebagai upaya kolektif untuk menciptakan ruang belajar yang aman dan saling memberdayakan. Ia juga menyoroti bahwa kesadaran diri dan pengelolaan emosi menjadi kunci utama untuk mencegah munculnya perilaku merugikan tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling dapat menjadi pionir dalam membentuk lingkungan akademik yang positif, bebas dari perilaku saling menjatuhkan, serta mampu menebarkan dukungan yang konstruktif. Kelas Kesehatan Mental ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya membangun komunitas yang tumbuh bersama, bukan saling menghambat.