Pengembangan Soft Skill Guru Bimbingan dan Konseling SMA di Surabaya
Surabaya, 11 September 2025 - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan pengembangan soft skill untuk guru Bimbingan dan Konseling (BK) pada Rabu, 11 September 2025, dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Acara yang diselenggarakan di Aula Sawunggaling, kantor BNN Provinsi Jawa Timur ini dihadiri oleh beberapa perwakilan guru BK dari berbagai sekolah di Surabaya yang antusias mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen BNN Provinsi Jawa Timur dalam mendukung upaya preventif melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik yang berperan strategis dalam pembentukan karakter dan ketahanan mental siswa.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Wiryo Nuryono, S.Pd., M.Pd. yang membawakan materi komprehensif mengenai tiga aspek, meliputi regulasi diri (self regulation) sebagai kemampuan mengelola emosi dan perilaku, perilaku asertif (assertiveness) dalam berkomunikasi efektif, dan reaching out sebagai keterampilan menjangkau siswa yang membutuhkan bantuan. Ketiga materi tersebut dikembangkan berdasarkan modul ketahanan diri remaja dan naskah sosiodrama sebagai metode experiential learning yang terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan konseling di sekolah.
Keunikan dari pelatihan ini terletak pada pendekatan interaktif yang mengedepankan diskusi mendalam dan praktik langsung melalui pertanyaan refleksi yang kontekstual. Para peserta diminta untuk menceritakan pengalaman nyata mereka sebagai guru BK di sekolah masing-masing, mulai dari tantangan dalam menangani siswa bermasalah hingga strategi yang telah diterapkan dalam memberikan layanan konseling. Metode experiential learning ini memungkinkan guru BK untuk tidak hanya memahami teori secara kognitif, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana menerapkan teknik-teknik konseling dalam berbagai situasi nyata yang kompleks dan dinamis.
Suasana pelatihan berlangsung sangat dinamis dengan berbagai diskusi kelompok intensif dan sharing session yang memungkinkan peserta saling berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi kreatif yang pernah diterapkan. Dr. Wiryo Nuryono secara interaktif memandu peserta melalui simulasi sosiodrama dan role playing untuk mempraktikkan kemampuan regulasi diri, sikap asertif, dan teknik reaching out dalam menghadapi kasus-kasus yang sering dijumpai di lingkungan sekolah. Setiap sesi praktik diikuti dengan refleksi mendalam yang membantu peserta memahami kekuatan dan area pengembangan dalam memberikan layanan bimbingan konseling yang lebih efektif dan berdampak positif bagi siswa.
Antusiasme dan apresiasi tinggi terlihat jelas dari para peserta sepanjang acara, yang menilai pendekatan pelatihan ini sangat aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, BNN Provinsi Jawa Timur berhasil memperkuat jejaring guru BK yang berkomitmen tinggi dalam upaya preventif terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Para peserta menyampaikan komitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik sehari-hari, serta terus mengembangkan inovasi metode bimbingan konseling yang dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif, aman, dan mendukung perkembangan optimal peserta didik menuju generasi yang tangguh dan berkarakter.
Share It On: