Webinar Ketahanan Mental Fakultas Kedokteran 2025
Webinar Ketahanan Mental Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Univeritas Negeri Surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 19 september 2025 pada pukul 15.00-17.00 WIB. dilaksanakan via zoom dengan dihadiri seluruh mahasiswa baru Fakultas Kedokteran 2025. Webinar berisi 2 materi, materi pertama disampaikan oleh Ibu dr. Andi Gita Fitri Martasiyah Dala selaku Koordinator Bimbingan dan Konseling Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Surabaya mengenai “Perjalanan Unesa Dimulai Dari Saat Ini” dan materi kedua disampaikan oleh Bapak Rojil Nugroho B. A., S.Hum., M.A., selaku Kasi Ideologi Moderasi Beragama, dan Bela Negara Universitas Negeri Surabaya mengenai “Gen Z dan Kekerasan Berbasis Gender di Indonesia". Kesimpulan dari materi pertama, yaitu:
Pertama, homesick adalah hal yang wajar dialami mahasiswa baru - ini justru menunjukkan kuatnya ikatan emosional dengan keluarga. Yang penting adalah bagaimana kita mengelolanya dengan tetap menjaga komunikasi, aktif berkegiatan, dan membangun jaringan sosial baru.
Kedua, culture shock dapat diatasi dengan sikap terbuka namun tetap memegang prinsip, jangan ragu bertanya, dan saling menghargai dalam perbedaan.
Ketiga, adaptasi sistem perkuliahan memerlukan pemahaman karakteristik dosen, pemanfaatan optimal fasilitas digital UNESA seperti SSO, myUnesa, dan e-konseling, serta strategi pencarian literatur ilmiah yang tepat.
Keempat, persiapan TEP dengan skor minimal 427 harus direncanakan sejak dini melalui latihan rutin dan pemanfaatan pelatihan gratis dari Pusat Bahasa UNESA.Terakhir, kunci sukses kuliah tepat waktu adalah perencanaan yang matang dengan tujuan SMART, pemanfaatan maksimal sumber daya kampus, membangun relasi luas, dan menjaga keseimbangan dengan istirahat yang cukup.
Kesimpulan materi kedua, yaitu:
Pertama, kekerasan berbasis gender di kalangan Gen Z bukan hanya masalah individu, tetapi juga produk dari relasi yang bersifat hierarkis dan budaya kekerasan yang sudah mengakar di lingkungan kampus.
Kedua, kekerasan berbasis gender online (KBGO) menjadi tantangan serius di era digital ini, dengan data menunjukkan peningkatan kasus hingga 14,17% pada tahun 2024.
Ketiga, Gen Z memiliki karakteristik unik - yakni generasi digital native yang rentan secara sosial namun juga memiliki potensi besar sebagai agen perubahan melalui platform digital.
Terakhir, pencegahan dan mitigasi memerlukan pendekatan komprehensif mulai dari edukasi, kesadaran digital, hingga partisipasi aktif dalam gerakan anti-kekerasan.
UNESA sendiri telah menyediakan hotline pengaduan kekerasan melalui https://dppisk.unesa.ac.id/ dan WhatsApp 081230055244 untuk mendukung mahasiswa yang mengalami kekerasan.
Share It On: