Bahaya Menjadi Perokok Pasif
Gambar di atas menunjukkan adanya perokok aktif dan perokok pasif. Sebelum ke penjelasan selengkapnya kita harus tahu apa itu perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif adalah orang yang rutin mengonsumsi rokok, meskipun hanya satu batang per hari. Sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak merokok, tetapi menghirup asap rokok dari perokok aktif. Seperti yang kita ketahui bahwa perokok aktif rentan mengalami gangguan kesehatan yang timbul akibat kebiasaan merokok namun tidak hanya perokok aktif saja yang bisa terkena penyakit gara gara rokok tetapi juga perokok pasif pun bisa terjangkit penyakit juga akibat tepapar asap rokok karena berada di sekitar perokok aktif. Meskipun di gambar berada di luar ruangan itu tidak menghalangi perusahaan pasif untuk terjangkit penyakit. Namun lebih besar risikonya bila terpapar di dalam ruangan.
Tindakan yang bisa kita lakukan sebagai perokok pasif adalah menegur orang yang merokok di tempat yang tidak diperbolehkan merokok dan jika berada di luar ruangan sebisa mungkin menghindari kerumunan orang yang merokok karena jika berlama-lama di dekat perokok aktif asap yang timbul dari rokok bisa membahayakan tubuh kita.
Hal ini perlu diterapkan agar lingkungan pun terbebas dari asap rokok yang menggangu dan bisa membuat sesak napas. Perlu adanya kesadaran bersama antara perokok aktif dan perokok pasif sehingga tidak menimbulkan kejadian. Jikalau pun ada seseorang ingin merokok alangkah baik merokok di tempat yang memang disediakan untuk merokok, di tempat umum pun banyak tersedia dan bijak dalam menggunakannya.
Dampak yang ditimbulkan jika menjadi perokok pasif sangatlah besar merugikan diri sendiri. Meskipun tidak menggunakan rokok tetapi sering terpapar asap rokok rentan mengalami kanker dan menderita berbagai penyakit seius lainnya seperti jantung koroner, serangan jantung dan stroke. Apalagi perokok pasif itu ibu hamil bisa membahayakan janin dan menimbulkan komplikasi seperti kehamilan, kelahiran prematur, atau bayi dilahirkan dengan berat badan rendah. Ini sebab zat berbahaya dari rokok dapat terbawa ke aliran darah dan dikeluarkan oleh janin. Tak hanya pada ibu hamil saja, anak pun bisa terkena dampak negatif akibat paparan asap rokok bisa mengalami gangguan pernapasan dan rentan mengalami gangguan tumbuh kembang, terutama pada perkembangan otak. Hal ini berpengaruh pada kemampuan kognitif atau kecerdasan anak. Selain itu, orang tua yang merokok bisa memberikan contoh buruk pada anaknya dan bukan tidak mungkin anak tersebut pada saat besar nanti juga menjadi perokok.
Share It On: