Diskusi Integrasi Materi P4GN Kedalam Kurikulum Pembelajaran TK, SD, SMP, SMA, dan SMK
Surabaya, 16 Oktober 2025 - Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan Diskusi Integrasi Materi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) ke dalam Kurikulum Pembelajaran pada Rabu, 16 Oktober 2025. Kegiatan strategis ini merangkumi utusan guru dari berbagai pendidikan pendidikan Lab School Universitas Negeri Surabaya, meliputi TK, SD, SMP, SMA, dan SMK yang memiliki peran penting sebagai garda dalam mengudara materi anti-narkotika dalam pembelajaran sehari-hari. Diskusi ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk mengintegrasikan materi pencegahan narkoba ke dalam kurikulum satuan pendidikan secara terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan, sejalan dengan program nasional pencegahan narkoba yang menyasar pendidikan sejak usia dini hingga menengah atas sebagai fondasi pembentukan karakter dan ketahanan mental generasi muda Indonesia.
Kegiatan ini dipandu oleh tiga narasumber kompeten yang memiliki keahlian dan pengalaman luas dalam bidang kurikulum, konseling, dan pencegahan narkotika. Narasumber pertama adalah Ibu Neneng Kadariyah, SS, selaku Pengembang Kurikulum Ahli Madya pada Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen yang memberikan panduan teknis dan kebijakan mengenai diversifikasi kurikulum dan strategi mengintegrasikan materi P4GN ke dalam struktur kurikulum nasional tanpa mengurangi pencapaian pembelajaran utama. Narasumber kedua adalah Bapak Dr. Wiryo Nuryono, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Subdirektorat Mitigasi Crisis Center Universitas Negeri Surabaya yang memaparkan pendekatan psikologis dan konseling dalam upaya pencegahan mencakup narkoba di kalangan pelajar, serta peran Crisis Center sebagai pusat referensi dan pendampingan bagi satuan pendidikan. Narasumber ketiga adalah Ibu Sri Artanti Maryani, S.Sos., selaku Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Jawa Timur yang membagikan data terkini situasi penularan narkoba di Jawa Timur dan strategi pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan para guru dari berbagai jenjang pendidikan Lab School yang aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan tantangan serta peluang dalam mengintegrasikan materi anti-narkotika ke dalam mata pelajaran yang mereka ampu. Para sumber secara bergantian memberikan respons komprehensif, contoh praktis, dan rekomendasi strategi yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik di setiap jenjang pendidikan. Untuk meningkatkan TK, diskusi difokuskan pada pengenalan gaya hidup sehat dan kebiasaan positif melalui bermain dan bercerita; untuk jenjang SD, integrasi dilakukan melalui pembelajaran tematik dan pembiasaan karakter; untuk memperluas SMP, materi disampaikan melalui pendekatan pembelajaran berbasis ilmiah dan masalah; Sementara untuk peningkatan SMA dan SMK, materi dimasukkan melalui pembelajaran berbasis proyek, diskusi kritis, dan pengembangan keterampilan hidup yang relevan dengan tantangan remaja masa kini. Setiap guru didorong untuk menyusun rencana pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi siswa di sekolah masing-masing.
Kegiatan ini menghasilkan kesepahaman bersama mengenai pentingnya pendekatan holistik dan kolaboratif dalam mengintegrasikan materi P4GN ke dalam kurikulum pembelajaran di semua jenjang pendidikan. Para guru Lab School berkomitmen untuk menjadi pionir dalam implementasi integrasi kurikulum anti-narkoba yang akan menjadi model rujukan bagi satuan pendidikan lain di Jawa Timur. Dengan bimbingan dari Kemendikdasmen, dukungan akademisi dari Universitas Negeri Surabaya melalui Subdirektorat Mitigasi Crisis Center, serta pendampingan dari BNN Provinsi Jawa Timur, diharapkan program integrasi ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan dalam membentuk generasi pelajar yang memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk menghindari dan memahami narkoba. Diskusi ini menandai langkah-langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang optimal peserta didik menuju Indonesia Emas 2045 yang bebas dari ancaman narkotika.
Share It On: