Kelas Kesehatan Mental Sebagai Refleksi Diri SMA Labschool 1 UNESA
Surabaya, 13 Oktober 2025 — Mahasiswa magang Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama Psikolog SMCC, Bu Zahara Safitri, M.Psi., Psikolog, melaksanakan kegiatan Kelas Kesehatan Mental sebagai Refleksi Diri bagi siswa kelas X dan XI SMA Labschool 1 UNESA. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya preventif dan edukatif dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa, sekaligus membantu mereka mengenali diri, mengelola emosi, dan membangun pola pikir yang lebih sehat dalam menghadapi dinamika kehidupan sekolah.
Dalam kegiatan ini, para siswa diajak untuk mengikuti sesi berbagi pengalaman dan aktivitas arttherapy melalui metode menggambar pohon kehidupan (tree of life ). Melalui proses kreatif ini, setiap siswa menulis serta menggambarkan kekuatan pribadi, hal-hal yang menjadi sumber kekhawatiran, serta hal-hal yang menenangkan. Aktivitas ini tidak hanya menjadi media ekspresi diri yang positif, tetapi juga sarana reflektif untuk memahami perjalanan hidup dan nilai-nilai yang membentuk karakter diri mereka.
Psikolog SMCC, Bu Zahara Safitri, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kegiatan refleksi diri seperti ini penting untuk menumbuhkan kesadaran emosional dan keterampilan pengelolaan stres pada remaja. Dengan mengenali kekuatan dan kelemahan diri, siswa dapat belajar menghadapi tekanan akademik, sosial, maupun pribadi dengan cara yang lebih konstruktif. Pendekatan ini juga mendorong tumbuhnya empati, rasa syukur, serta kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara tanggung jawab belajar dan kesejahteraan mental.
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana hangat dan partisipatif ini diakhiri dengan sesi refleksi bersama, di mana siswa saling berbagi makna dan pengalaman yang diperoleh selama proses kegiatan. Melalui Kelas Kesehatan Mental sebagai Refleksi Diri , SMA Labschool 1 UNESA berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan berorientasi pada penguatan karakter serta kesehatan mental peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
Share It On: