Kunjungan Kerja BNN Republik Indonesia ke BNN Provinsi Jawa Timur
Surabaya, 16 Oktober 2025 - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bersama jajaran pimpinan melakukan kunjungan kerja strategis ke BNN Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 16 Oktober 2025. Kunjungan tingkat tinggi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Universitas Negeri Surabaya, yakni Wakil Rektor 2, Prof. Dr. Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd., Direktur Direktorat Pencegahan dan Penangganan Isu Strategis, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, S.Ag., M.Ag., serta Kepala Subdirektorat Mitigasi Crisis Center, Dr. Wiryo Nuryono, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini merupakan wujud nyata koordinasi dan sinergi antara BNN tingkat nasional, provinsi, dan institusi pendidikan tinggi dalam memperkuat upaya preventif, pemberantasan, dan rehabilitasi konservasi narkotika secara komprehensif dan berkelanjutan di wilayah Jawa Timur yang menjadi salah satu strategi provinsi dalam peta peredaran narkotika di Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung di kantor BNN Provinsi Jawa Timur ini membahas berbagai isu terkait strategi peningkatan efektivitas program pencegahan dan pemberantasan narkotika di tingkat provinsi, termasuk evaluasi kinerja, strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan serta inovasi program preventif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dalam arahannya tekanan pentingnya kolaborasi lintas sektoral, khususnya dengan institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Negeri Surabaya yang memiliki keahlian akademis dan sumber daya dalam bidang psikologi, konseling, dan pendidikan karakter. Diskusi juga menyentuh peran strategis universitas dalam mengembangkan model pencegahan berbasis penelitian, penyediaan layanan rehabilitasi dan konseling bagi korban konservasi narkotika, serta integrasi materi anti-narkotika dalam sistem pendidikan formal sebagai upaya preventif sejak dini yang berkelanjutan dan berkelanjutan.
Kehadiran perwakilan Universitas Negeri Surabaya dalam kunjungan ini menandai penguatan kerja sama strategi antara BNN dan akademisi dunia dalam menghadapi tantangan perlindungan narkotika yang semakin kompleks dan dinamis. Prof.Dr.Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd. menyampaikan komitmen Universitas Negeri Surabaya untuk terus mendukung program-program BNN melalui pengembangan penelitian berbasis bukti, penyediaan tenaga ahli konseling dan psikologi, serta pelatihan bagi konselor dan pendidik di sekolah-sekolah. Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, S.Ag., M.Ag. menjelaskan peran Direktorat Pencegahan dan Penangganan Isu Strategis dalam mengkoordinasikan berbagai program preventif di lingkungan kampus dan masyarakat, sementara Dr. Wiryo Nuryono, S.Pd., M.Pd. memaparkan layanan Crisis Center yang telah dikembangkan sebagai rujukan konseling dan pendampingan psikologis bagi individu yang terpapar risiko atau menjadi korban rujukan pusat narkotika.
Visi ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara BNN Republik Indonesia, BNN Provinsi Jawa Timur, dan Universitas Negeri Surabaya dalam mengembangkan strategi pencegahan dan pemberantasan narkotika yang lebih inovatif, efektif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan dari pimpinan tertinggi BNN dan keterlibatan aktif institusi pendidikan tinggi, diharapkan program-program pencegahan dapat menjangkau lebih luas, program rehabilitasi dapat lebih berkualitas, dan upaya pemberantasan dapat lebih terkoordinasi dengan baik. Kolaborasi strategi ini menjadi landasan yang kuat dalam mewujudkan Jawa Timur dan Indonesia yang bebas dari ancaman narkotika, serta melahirkan generasi muda yang tangguh, sehat, cerdas, dan memiliki ketahanan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Share It On: