Monitoring Kelulusan Fakultas Teknik Angkatan 2019, 2020, dan 2021
Surabaya, 13 November 2025 – SMCC bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Monitoring Kelulusan Mahasiswa Fakultas Teknik Angkatan 2019, 2020, dan 2021.” Acara ini dihadiri oleh dosen, perwakilan mahasiswa, serta tim dari SMCC. Fokus utama kegiatan ini adalah mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan studi serta mencari solusi untuk mempercepat proses kelulusan mereka.
Dalam sesi diskusi, Dr. Retno Tri Hariastuti, M.Pd., Kons. menjelaskan sejumlah faktor yang menjadi penyebab keterlambatan kelulusan mahasiswa, antara lain permasalahan pribadi dan keluarga, keterlambatan pembayaran UKT, mahasiswa yang bekerja sambil kuliah, konflik dengan dosen pembimbing atau penguji, serta kendala setelah menikah. Beliau menegaskan bahwa pekerjaan seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti kuliah, melainkan menjadi motivasi untuk segera lulus dan membanggakan keluarga. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Rektor UNESA memberikan kesempatan rekognisi akademik bagi mahasiswa yang memiliki publikasi ilmiah. Mahasiswa yang telah menerbitkan jurnal terindeks Sinta 2 dapat lulus tanpa mengikuti ujian maupun menulis skripsi, sedangkan jurnal Sinta 3 atau 4 tetap memerlukan ujian. Program percepatan ini ditargetkan dapat terealisasi dalam waktu tiga bulan ke depan.
Selanjutnya, Dr. Wiryo Nuryono, S.Pd., M.Pd. menambahkan bahwa peluang untuk mengikuti wisuda tahun depan cukup besar, dengan estimasi hingga delapan kali pelaksanaan. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan layanan konseling gratis yang disediakan di lantai 4 Gedung Rektorat maupun di SMCC, khususnya bagi mereka yang mengalami tekanan psikologis selama menempuh studi.
Pada sesi tanya jawab, sejumlah mahasiswa menyampaikan berbagai kendala, baik akademik maupun non-akademik, seperti kesulitan menyesuaikan diri dengan perubahan kurikulum, keterbatasan jumlah SKS yang ditawarkan, serta masalah keuangan yang memperlambat penyelesaian kuliah. Pihak fakultas menegaskan komitmennya untuk membantu mahasiswa, termasuk dengan membuka kelas khusus dan berkoordinasi dengan bagian akademik agar masalah tersebut segera teratasi.
SMCC juga menyediakan layanan konseling dan pendampingan bagi mahasiswa yang mengalami stres, kehilangan motivasi, atau jarang datang ke kampus. Mahasiswa magang SMCC turut berperan dalam menghubungi mahasiswa yang sulit dijangkau untuk memberikan motivasi agar kembali aktif belajar. Salah satu mahasiswa juga mengusulkan agar FT menyediakan informasi layanan bimbingan konseling (BK) secara terbuka, dengan tetap menjaga kerahasiaan data mahasiswa yang berkonsultasi. Menanggapi hal ini, SMCC menegaskan bahwa layanan psikolog profesional dapat diakses baik secara langsung di kampus maupun melalui media sosial resmi SMCC.
Dari kegiatan ini, di hasilkan beberapa rekomendasi penting, antara lain pembentukan kelompok dukungan lintas angkatan, penambahan sesi bimbingan daring bagi mahasiswa yang bekerja, serta optimalisasi penggunaan laboratorium sebagai tempat belajar. Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan motivasi mahasiswa Fakultas Teknik UNESA yang belum lulus dapat meningkat, serta mereka memperoleh solusi konkret agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Share It On: