Monitoring Kelulusan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan
Surabaya, 20 November 2025 – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan Monitoring Kelulusan bertempat di Gedung 05 FIP UNESA. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, koordinator program studi, serta mahasiswa dari berbagai angkatan. Monitoring ini bertujuan untuk memetakan progres kelulusan mahasiswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta memberikan pendampingan akademik agar penyelesaian studi dapat berjalan tepat waktu. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen FIP dalam mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) khususnya pada aspek ketepatan waktu kelulusan mahasiswa.
Sebagai pembuka, Prof. Dr. Budi Purwoko, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Dekan I FIP UNESA menyampaikan pemaparan mengenai pentingnya IKU 1, yaitu Angka Efisiensi Edukasi Perguruan Tinggi. Beliau menekankan bahwa penyelesaian studi tepat waktu bukan hanya mencerminkan kedisiplinan mahasiswa, tetapi juga efektivitas layanan akademik dan pendampingan dari program studi. Penjelasan ini memberikan gambaran mengenai standar masa studi ideal, mekanisme pemantauan, serta peran civitas akademika dalam menciptakan budaya akademik yang produktif dan terarah.
Materi inti disampaikan oleh Dr. Retno Tri Hariastuti, M.Pd., Kons., selaku Kepala Seksi Bimbingan Konseling Akademik UNESA. Beliau memaparkan data persentase kelulusan mahasiswa FIP angkatan 2019, 2020, dan 2021 berdasarkan hasil pemantauan per 17 November 2025. Selain itu turut disajikan pemetaan mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 yang memiliki IPK di bawah 3.00 sebagai upaya fakultas dalam melakukan intervensi akademik sedini mungkin. Pada kesempatan tersebut, beliau juga menjelaskan bentuk-bentuk tugas akhir sesuai Permen 53/2023, mulai dari skripsi, prototipe, proyek, karya seni, produk, hingga artikel ilmiah yang dapat disetarakan sebagai tugas akhir. Tidak lupa dipaparkan berbagai faktor keterlambatan kelulusan, seperti masalah pribadi dan keluarga, kendala UKT, kendala TEP, konflik dengan dosen pembimbing atau penguji, hingga mahasiswa yang bekerja sambil kuliah.
Pada sesi diskusi, Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) melaporkan tingkat kehadiran mahasiswa, yaitu 11 dari 17 mahasiswa hadir, sementara 6 mahasiswa belum dapat hadir. Dalam sesi ini juga disampaikan informasi bahwa batas akhir pendaftaran yudisium adalah pada 10 Januari, dengan sidang terakhir dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember.
Sementara itu, Koordinator Program Studi PLB memaparkan hasil identifikasi kendala mahasiswa, antara lain kerusakan laptop serta keterbatasan biaya untuk memperbaiki atau membeli perangkat baru, yang berdampak pada keterlambatan pengerjaan tugas akhir.
Kegiatan ditutup dengan sesi konsultasi antara mahasiswa dan Kepala Program Studi masing-masing. Mahasiswa diberi ruang untuk berdiskusi, menyampaikan kendala akademik yang mereka alami, serta memperoleh arahan langsung terkait strategi penyelesaian studi. Suasana diskusi yang terbuka dan komunikatif ini diharapkan dapat mempercepat proses kelulusan dan meningkatkan efektivitas pendampingan akademik. Pelaksanaan Monitoring Kelulusan ini menjadi salah satu upaya nyata FIP UNESA dalam memperkuat dukungan akademik, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi secara tepat waktu dan optimal
Share It On: