Peran Pendidikan dalam Mengurangi Risiko Bencana Melalui Pengelolaan Sampah
Potensi kebencanaan yang beragam di Indonesia sangat tinggi karena letak dan bentuk wilayah geologi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa pada pekan pertama tahun 2022 yaitu periode 1 Januari 2022 telah terjadi 68 kejadian bencana alam. Bencana alam akibat. Faktor hifrometeorologi yang paling sering terjadi adalah banjir. Informasi yang diperoleh dari BNPB pada tahun 2022 ini, banjir terjadi pada posisi pertama dengan 591 kasus. Hal ini tentu saja memberikan kerugian baik material maupun non material bagi masyarakat luas (Nurani et al., 2022).
Bencana alam seringkali dipengaruhi oleh faktor alam, namun faktor manusia, seperti sampah, dapat menguntungkan dampaknya. Sampah, terutama plastik dan sampah organik, dapat menyumbat saluran udara dan menghalangi aliran sungai, yang memicu banjir, serta meningkatkan risiko longsor di daerah rawan. Oleh karena itu, pendidikan mitigasi bencana yang mencakup pengelolaan sampah sangatlah penting.
Pendidikan mitigasi bencana harus mencakup pengelolaan sampah, seperti mengurangi, mendaur ulang, dan membuang sampah dengan benar. Di sekolah, anak-anak dapat mengajarkan cara membuang sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Di masyarakat, pelatihan pengelolaan sampah dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah untuk mengurangi risiko bencana.
Dengan pendidikan yang tepat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Share It On: