Training Kesehatan Mental dan Pencegahan Kekerasan Untuk Dosen Batch 1
Direktorat Pengembangan Islam dan Sains (PPIS) Universitas Negeri Surabaya, berkolaborasi strategis dengan Fakultas Psikologi UNESA, dengan bangga mempersembahkan Training Kesehatan Mental dan Pencegahan Kekerasan untuk Dosen. Kegiatan krusial ini diselenggarakan sebagai langkah proaktif dan komitmen institusi untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kapasitas seluruh dosen dalam dua aspek vital: menjaga kesehatan mental diri sendiri dan secara efektif mencegah tindak kekerasan di lingkungan kampus. Dosen memiliki peran sentral, tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai figur yang menciptakan ekosistem akademik yang suportif. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk membekali dosen dengan pemahaman mendalam tentang isu-isu psikologis terkini dan protokol penanganan krisis.
Training ini akan menjadi sesi yang sangat mendalam dan praktis. Materi akan berfokus pada pengenalan dini gejala gangguan mental pada mahasiswa, teknik komunikasi krisis, serta pedoman implementasi kebijakan anti-kekerasan dan anti-perundungan di tingkat fakultas. Melalui pelatihan ini, diharapkan dosen mampu menjadi gatekeeper yang lebih peka, memberikan pertolongan pertama psikologis (Psychological First Aid/PFA) dasar, dan merujuk kasus secara tepat. Kegiatan ini akan dihadiri oleh para pakar di bidang psikologi dan pimpinan UNESA, memastikan bahwa panduan yang diberikan tidak hanya berbasis keilmuan tetapi juga selaras dengan visi dan misi universitas.
Training penting ini dijadwalkan pada Rabu, 30 Juli 2025, dimulai pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, memberikan durasi yang intensif dan fokus untuk pembelajaran. Seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung di FISIPOL UNESA. Bersama para pakar dan pimpinan UNESA, pelatihan ini adalah ajakan nyata bagi seluruh dosen untuk bergerak bersama, mewujudkan lingkungan kampus yang benar-benar aman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan psikologis bagi seluruh warganya. Ini adalah manifestasi nyata dari semangat Unesa Satu Langkah di Depan dalam menciptakan budaya akademik yang peduli.
Share It On: