Webinar Ketahanan Mental Fakultas Bahasa dan Seni 2025
Surabaya, 26 September 2025 - Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Jumat, 26 September 2025 menyelenggarakan Webinar Ketahanan Mental Mahasiswa Baru sebagai bagian dari program orientasi mahasiswa baru. Acara ini berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB melalui platform Zoom dan diikuti oleh 430 peserta. Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa baru menghadapi tantangan awal perkuliahan sekaligus meningkatkan kesadaran tentang isu penting di lingkungan kampus. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi diskusi yang berlangsung hangat dan penuh perhatian.
Narasumber pertama, Ajeng Dianing Kartika, S.S., M.Hum., selaku Koordinator Bimbingan dan Konseling Fakultas Bahasa dan Seni, memaparkan materi seputar perjalanan mahasiswa baru dalam beradaptasi. Ia menyoroti tantangan umum seperti homesick, culture shock, serta penyesuaian diri terhadap sistem perkuliahan. Ajeng menegaskan bahwa perasaan rindu rumah, kebingungan dengan budaya baru, dan kesulitan memahami ritme kuliah adalah hal wajar yang dialami mahasiswa. Untuk mengatasinya, mahasiswa perlu menjaga komunikasi dengan keluarga, aktif dalam kegiatan sosial, serta membangun jaringan pertemanan di kampus. Ia juga memberikan strategi praktis seperti memanfaatkan layanan kampus, memahami karakteristik dosen, hingga persiapan menghadapi Ujian Bahasa Inggris (TEP).
Selanjutnya, narasumber kedua, Rojil Nugroho, B.A., S.Hum., M.A., selaku Kasi Ideologi, Moderasi Beragama, dan Bela Negara, membawakan materi penting mengenai kekerasan berbasis gender, terutama yang marak terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Rojil mengawali pemaparannya dengan menyinggung kasus nyata di kalangan mahasiswa baru yang menunjukkan bagaimana perundungan verbal, pelecehan, dan godaan seksual dapat muncul secara halus namun berdampak serius. Ia menjelaskan bahwa budaya kekerasan kerap dinormalisasi dengan alasan bercanda, dianggap bukan urusan pribadi, atau bahkan diikuti banyak orang tanpa kesadaran akan bahayanya. Hal ini menunjukkan betapa kekerasan berbasis gender berakar pada relasi kuasa, baik dari segi ekonomi, jabatan, usia, maupun organisasi.
Kegiatan webinar ini memberikan pandangan yang menyeluruh bagi mahasiswa baru tentang pentingnya ketahanan mental sekaligus kesadaran sosial di lingkungan kampus. Pemaparan Ajeng Dianing Kartika, S.S., M.Hum., menguatkan mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan personal seperti homesick, culture shock, dan adaptasi akademik, sedangkan penjelasan Rojil Nugroho B.A., S.Hum., M.A., menekankan kewaspadaan terhadap isu kekerasan berbasis gender yang kerap terjadi di dunia pendidikan tinggi. Kedua materi ini saling melengkapi, karena membangun ketahanan mental tidak hanya soal kesiapan individu menghadapi tekanan, tetapi juga keberanian kolektif dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan inklusif. Dengan demikian, mahasiswa baru diharapkan mampu menapaki perjalanan akademik dengan kesiapan diri yang matang sekaligus memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Webinar ini diakhiri dengan pemaparan mengenai berbagai layanan pendukung yang disediakan UNESA bagi mahasiswa yang menghadapi kasus kekerasan maupun membutuhkan pendampingan psikologis. Melalui laman resmi https://dppisk.unesa.ac.id/ dan nomor WhatsApp 081230055244, mahasiswa dapat melaporkan permasalahan atau mencari bantuan selama 24 jam penuh. Langkah ini mencerminkan komitmen nyata UNESA dalam membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, serta berorientasi pada kesejahteraan mental civitas akademika. Dengan adanya fasilitas tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan wawasan yang diperoleh untuk memperkuat kesiapan akademik sekaligus pengembangan diri mereka di dunia perkuliahan.
Share It On: