Wellness Talk with SMCC Insight Vol 2
Surabaya 08 Oktober 2025- Kegiatan Wellness Talk kembali diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan mental bagi mahasiswa. Bertempat di Surabaya, sesi ini mengangkat tema “Kenali & Kelola Emosimu dengan Sehat”, yang berfokus pada pemahaman emosi, fungsi emosi dalam kehidupan sehari-hari, serta cara sehat untuk menyalurkannya.
Acara dibuka dengan ice breaking interaktif menggunakan metode “Warna Emosi”. Peserta diajak memilih warna yang mewakili perasaan mereka pada hari itu. Fasilitator kemudian mengaitkan setiap warna dengan makna emosional, menegaskan bahwa setiap perasaan adalah valid, dan semua orang memiliki dinamika emosi yang berbeda.
Memasuki sesi inti, fasilitator memaparkan materi pengenalan emosi, mulai dari definisi emosi, enam emosi dasar menurut Paul Ekman, hingga fungsi masing-masing emosi dalam menjaga keseimbangan psikologis. Materi disampaikan dengan bahasa ringan dan dekat dengan pengalaman sehari-hari peserta, sehingga mudah dipahami dan relevan.
Bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah aktivitas “Melepas Emosi Lewat Coretan”, yaitu metode ekspresif untuk menyalurkan perasaan tanpa harus menggunakan kata-kata. Peserta diminta membuat coretan abstrak sesuai emosi yang mereka rasakan, lalu mengisi coretan itu dengan gambar-gambar spontan yang muncul dari bayangan mereka. Kegiatan ini mendorong peserta untuk memahami bahwa emosi dapat dilepaskan dengan cara kreatif dan tetap sehat.
Di sesi refleksi, beberapa peserta menyampaikan bahwa mereka merasa lebih lega, lebih sadar dengan apa yang sedang mereka rasakan, dan memahami bahwa mengekspresikan emosi tidak harus dilakukan dengan cara meledak-ledak. Fasilitator menutup kegiatan dengan pesan mendalam bahwa keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri adalah langkah pertama menuju kesehatan mental yang lebih baik.
Kegiatan Wellness Talk ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk lebih peduli pada kondisi emosional, membuka ruang aman untuk saling berbagi, serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan kampus yang suportif dan inklusif.
Share It On: