Workshop Integrasi Materi P4GN kedalam Materi Pembelajaran, Kegiatan Kulikuler, dan Ekstrakulikuler
Pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, telah dilaksanakan Workshop bertajuk “Integritas Materi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) ke dalam Pembelajaran, Kegiatan Kurikuler, dan Ekstrakurikuler”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMCC UNESA dan berkolaborasi dengan BNN RI serta BNN Provinsi Jawa Timur. Workshop ini dihadiri oleh para guru Bimbingan Konseling (BK) dari Labschool UNESA serta mahasiswa UNESA dan berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga selesai. Acara dibuka dengan perayaan hangat dari MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebangsaan dan Mars BNN. Sambutan pertama disampaikan oleh Dr. Wiryo Nuryono, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Subdirektorat Mitigasi Crisis Center UNESA, yang menekankan pentingnya integritas nilai-nilai P4GN dalam dunia pendidikan.
Dalam kegiatan ini berisi 2 materi yang akan disampaikan oleh Ibu Rotuah Sihotang, S.Th., M.Si. selaku Penyuluh Narkoba Ahli Madya Deputi Bidang Pencegahan BNN dan Bapak Muhammad Reza, S.Psi., M.Si. selaku dosen program studi PG-PAUD UNESA. Sesi inti diisi oleh pemateri pertama, yaitu Ibu Rotua Sihotang, S.Th., M.Si. yang memaparkan urgensi serta strategi integrasi materi P4GN ke dalam sistem pendidikan. Materi disampaikan secara informatif dan interaktif, sehingga mampu membangun dialog yang aktif antara narasumber dan peserta. Banyak antusiasme tinggi dari para peserta, baik guru maupun pelajar, terutama saat sesi tanya jawab (Q&A) berlangsung. Banyak pertanyaan kritis dan reflektif yang diangkat, menunjukkan kesadaran dan kepedulian peserta terhadap isu narkoba di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membekali pendidik dan calon pendidik untuk lebih siap berperan sebagai agen perubahan dalam pencegahan narkoba di lingkungan sekolah dan kampus.
Materi kedua disampaikan oleh Bapak Muhammad Reza, S.Psi., M.Si. yang memaparkan materi pengenalan pencegahan narkoba pada anak usia dini. Hal ini sangat penting karena masa 0-6 tahun merupakan periode emas (golden age) ketika otak berkembang pesat dan karakter dasar terbentuk. Pencegahan dilakukan melalui tiga aspek utama yang terintegrasi: pertama, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang mengajarkan anak untuk menjaga tubuh melalui kebiasaan mencuci tangan, makan bergizi, tidur cukup, dan memahami bahwa tidak boleh sembarangan menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal; kedua, pembentukan sikap asertif yang melatih anak berani berkata “tidak” pada hal yang salah melalui cerita dan bermain peran agar anak percaya diri dan tidak mudah mempengaruhi ajakan negatif; ketiga, penanaman nilai spiritualitas sebagai landasan moral yang mengajarkan bahwa tubuh adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dan perilaku buruk seperti mengonsumsi zat berbahaya adalah perbuatan salah. Pendekatan ini dilakukan tanpa menakut-nakuti anak, melainkan melalui pendidikan yang menanamkan nilai moral dan pembiasaan positif yang sesuai dengan dunia anak, sehingga pencegahan di usia dini menjadi lebih efektif dan hemat biaya dibandingkan rehabilitasi pada usia remaja atau dewasa, sekaligus membangun generasi sehat dan tangguh yang mampu menangani tekanan sosial tanpa bergantung pada zat berbahaya.
Share It On: